JELAJAH LITERASI

Category archive

Nukilan - page 5

Kutipan dari Novel “Bumi Manusia”

in Nukilan by

Bumi Manusia—dan Tetralogi Buru—karya Pramoedya Ananta Toer bukan hanya masterpiece kesusastraan Indonesia, tapi juga sumbangan negeri ini bagi kesusastraan dunia. Dalam karya ini, banyak kalimat menarik yang melukiskan emosi, pikiran, dan kondisi sosial-politik. Di sini kami pilihkan sebagian di antaranya. Kami juga mencoba menjelaskan kutipan itu sependek pemahaman kami.

Keep Reading

Tong Amontillado

in Nukilan by

Cerpen Edgar Allan Poe

Keep Reading

Cincin Kawin

in Nukilan by

Cerpen Danarto

Keep Reading

Kutukan Dapur

in Nukilan by

Cerpen Eka Kurniawan

Catatan Redaksi: “Kutukan Dapur” merupakan cerpen karya Eka Kurniawan. Dinukil dari kumpulan cerpen Cinta Tak Ada Mati. Telah diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris dalam kumpulan cerpen Kitchen Curse. Dalam cerpen ini, Eka Kurniawan mengimajinasikan perjuangan di zaman kolonial dengan cara dan tokoh tak biasa.

Keep Reading

Robohnya Surau Kami

in Nukilan by

Cerpen AA Navis

Cerpern “Robohnya Surau Kami” dinukil dari buku kumpulan cerpen berjudul sama karya Ali Akbar Navis (1924-2003). Terbit pertama kali di majalah Kisah pada 1955, cerpen ini bisa dibilang karya paling fenomenal penerima SEA Write Award 1992 tersebut.

Keep Reading

Biadab

in Nukilan by

Cerpen Kamila Shamsie

Berikut ini adalah cerpen oleh Kamila Shamsie1. Dinukil dari Resist: Stories of Uprising2, cerpen ini berlatar peristiwa yang disebut Konspirasi Cato Street pada 1820 di Inggris, dan gerakan penghapusan perbudakan.

Keep Reading

Cinta di Atas Perahu Cadik

in Nukilan by

Cerpen Seno Gumira Ajidarma

Catatan Redaksi: Cerpen “Cinta di Atas Perahu Cadik” karya Seno Gumira Ajidarma pertama kali diterbitkan harian Kompas pada 10 Juni 2007. Cerpen ini diterbitkan kembali dalam antologi 20 Cerpen Indonesia Terbaik 2008 pilihan Anugerah Sastra Pena Kencana.

Keep Reading

Suap

in Nukilan by

Cerpen karya Putu Wijaya

Catatan Redaksi: Cerpen “Suap” karya Putu Wijaya pertama kali diterbitkan harian Jawa Pos pada 21 September 2008. Cerpen ini terpilih ke dalam antologi 20 Cerpen Indonesia Terbaik 2009 yang diterbitkan PT Gramedia Pustaka Utama.

Keep Reading

Seks, Sastra, Kita

in Nukilan by

Oleh Goenawan Mohamad

Catatan Redaksi: Dalam tulisan tanggapan terhadap artikel Harry Aveling dan Shahnon Ahmad yang dimuat di Majalah Horison Oktober 1969, Goenawan Mohamad berpandangan sikap kehati-hatian pengarang Indonesia terhadap seks disebabkan perubahan sifat medium dan khalayak pembaca kesusastraan Indonesia modern.

Keep Reading

Mawar Berduri: Kesusastraan Indonesia Menghindari Nafsu Berahi

in Nukilan by

Oleh Harry Aveling

Catatan Redaksi: Pada 1969, Majalah Horison menampilkan “percakapan” budaya tentang seks dalam kesusastraan Indonesia. Harry Aveling, guru besar Monash University, Australia, memulai “percakapan ini, dan disusul kemudian oleh tanggapan sastrawan Malaysia, Shahnon Ahmad, dan sastrawan Indonesia, Goenawan Mohamad. Dalam tulisannya, Aveling berpendapat kesusastraan Indonesia pada masa itu menghindari berbicara seks dalam hubungan lelaki-wanita, seolah hubungan badaniah tak penting bahkan dalam pernikahan sekalipun.

Keep Reading
1 3 4 5 6 7 8
Go to Top