JELAJAH LITERASI

Ketika Perampok Tahu Harga Buku

in Bukupedia by

Sebuah pencarian buku yang mungkin terbesar di abad ini berakhir sudah. Melibatkan tiga negara dan melintasi 2.500 kilometer, polisi akhirnya berhasil menemukan koleksi buku senilai hampir 48 miliar rupiah.

SEBERAPA berhargakah buku? Bisa dikatakan buku tak bisa dinilai oleh banderol harga.

Saat ini, harga buku mungkin sekitar 20 ribuan hingga ratusan ribu rupiah. Tapi, di suatu masa kelak, harga sebuah buku bisa mencapai ratusan juta hingga miliran rupiah. Makin langka, makin mahal harga buku. Dan yang terpenting, makin penting posisi buku itu dalam sejarah peradaban manusia, makin tak ternilai harganya.

Lihat saja koleksi 200 buku yang baru ditemukan Metropolitan Police di pedesaan Rumania, lebih dari 2.500 kilometer jauhnya dari wilayah juridiksi kepolisian London tersebut. Koleksi itu ditaksir senilai 2,5 juta paun atau sekitar 47,9 miliar rupiah.

Koleksi tersebut berisikan buku langka. Di antaranya edisi perdana karya Galileo Galilei dan Isaac Newton.

Menurut laporan The Guardian1, buku-buku itu awalnya hendak dikirim ke sebuah rumah pelelangan buku langka di Las Vegas, Amerika Serikat. Di tengah jalan, atau tepatnya di gudang transit di Feltham, London Barat, koleksi buku itu dicuri dengan gaya perampokan Mission Impossible, pada 17 Januari 2017.

Polisi London mengatakan pelakunya adalah kelompok perampok profesional asal Rumania. Hanya perampok tak biasa yang tahu harga buku. Jika perampok biasa-biasa saja, mereka pasti tak akan menghabiskan energi hanya untuk mencuri buku dengan teknik cukup rumit.

The Guardian mengisahkan, Daniel David dan Victor Opariuc, dua anggota komplotan itu, berhasil memasuki gudang dengan membuat lubang di atas atapnya. Keduanya tak melompat turun tetapi menggelantung pada langit-langit dan di atas rak-rak untuk menghindari sensor. Lalu, mereka berhasil menarik 16 koper berisi buku itu ke atas atap gedung. Di luar gedung, orang ketiga, Narcis Popescu, telah menunggu mereka di dalam sebuah mobil.

Operasi perampokan itu berlangsung lima jam hingga pukul 2.15 dinihari. Mereka kemudian menghilang tanpa jejak. Mobil yang mereka gunakan memang ditemukan oleh polisi tapi tak meninggalkan sedikit pun sidik jari karena telah dibersihkan dengan pemutih.

Bagaimanapun, tak ada kejahatan sempurna. Polisi menemukan jejak DNA di sandaran kepala kursi mobil. Dari jejak DNA tersebut, polisi berhasil memberangus komplotan itu—sebanyak 13 orang.

Polisi Inggris, Rumania, dan Italia kemudian bekerja sama melacak keberadaan koleksi buku itu. Setelah pelacakan lebih daripada tiga tahun, mereka akhirnya mengendus keberadaan koleksi itu di sebuah rumah di Neamt, sebuah kabupaten di timur laut Rumania, pada 16 September 2020. Buku itu tersimpan rapi dalam paket-paket di dalam sebuah lubang dari semen.

“Buku-buku ini sangat langka, tapi lebih penting lagi tak tergantikan karena peran pentingnya bagi warisan budaya dunia,” kata detektif Metropolitan Police, Andy Durham.

Polisi mengidentifikasi komplotan perampok ini bagian dari keluarga mafia Rumania, The Clamparu. Mereka kerap terlibat dalam perampokan barang-barang bernilai tinggi. Mereka licin dari sergapan aparat karena keluar Inggris tanpa barang curian. Sementara, hasil rampokan akan ditangani oleh orang berbeda dengan metode berbeda.

Selesai merampok koleksi buku itu, mereka segera pergi dari Inggris. Kolega mereka, yakni Marian Mamaliga dan Illie Ungureanu, beberapa hari kemudian memasuki Inggris dengan mengendarai sebuah van, mengambil koleksi itu, dan membawanya keluar Inggris.

Dari 13 terdakwa, 12 mengaku bersalah dan akan menerima hukuman pada akhir bulan ini. Sementara, seorang lagi bakal menjalani persidangan pada Maret 2021.

Salah satu karya Newton yang terdapat dalam koleksi itu adalah Philosophiæ Naturalis Principia Mathematica atau Prinsip Matematika dari Filsafat Alam. Buku tiga jilid yang ditulis dalam bahasa Latin ini pertama kali terbit pada 5 Juli 1687, atau lebih dari tiga abad silam. Isinya berisi hukum-hukum Newton tentang gerak, gravitasi universal, dan gerak planet yang Newton turunkan dari hukum Kepler—semuanya membentuk dasar bagi mekanika klasik, yang memicu revolusi sains pada Abad Renaisans.

Jadi, belilah buku penting, karya masterpiece, meskipun Anda tak sempat membacanya. Bukan tak mungkin, buku itu akan dicari-cari dan tak ternilai suatu saat nanti. Sebegitu berharganya sebuah buku, sampai ada selorohan: “hanya orang bodoh yang meminjamkan buku, tapi lebih bodoh lagi orang yang mengembalikan buku setelah meminjamnya”.[]


1Archie Bland, “Rare books stolen in London heist found under floor in Romania”, The Guardian, 18 September 2020.

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

*

Latest from Bukupedia

Mengapa Orang Menulis?

Esai Alice Adams Menulis itu melelahkan, dan hasilnya tak memberi jaminan kekayaan
Go to Top