JELAJAH LITERASI

Category archive

Wacana

Pendidikan Tanpa Stres Cara Finlandia

in Wacana by

Nama “Finlandia” seakan sudah menjadi trademark untuk sistem pendidikan terbaik. Lalu, apa rahasianya? Dan adakah kelemahannya? Buku Sistem Pendidikan Finlandia karya Ratih D Adiputri, seorang warga Indonesia yang pernah menyekolahkan anak di sana, mencoba menjawabnya.

Keep Reading

Yang Diabaikan dari Krisis Nuklir Iran

in Wacana by

Dalam Manufactured Crisis, jurnalis kawakan Gareth Porter mengungkap lapis demi lapis kebohongan propaganda anti-program nuklir Iran.

Keep Reading

Melacak “Sastra Perlawanan”

in Wacana by

Dengan menggunakan konsep kunci Foucault, Okky Madasari – dalam Genealogi Sastra Indonesia – mencoba melacak jejak karya sastra yang “melawan” diskursus utama di setiap era. Berhasilkah?

Keep Reading

“Saring sebelum Sharing”: Agar tak Dangkal dalam Beragama

in Wacana by

Media sosial menjadi lahan penyebaran pemahaman dangkal terhadap ajaran Islam. Dalam Saring sebelum Sharing, Nadirsyah Hosen mencoba menghadirkan narasi tanding: kedalaman yang disajikan secara simpel dan mudah dimengerti.

Keep Reading

The Invention of the Jewish People: Melacak Jejak Penduduk Asli Palestina dan Imigran Yahudi

in Wacana by

Dengan menelusuri catatan sejarawan awal Yahudi, Shlomo Sand berkesimpulan bahwa penduduk asli Palestina adalah keturunan bangsa Yahudi Kuno. Sebaliknya, imigran Yahudi tak pernah memiliki afinitas historis dengan Tanah Yang Dijanjikan.

Keep Reading

Negara Real Estate

in Wacana by

Perumahan, apartemen, dan kondominum mewah setiap hari dijajakan. Tapi, mengapa tingkat kepemilikan rumah tak meningkat–dan bahkan melorot? Dalam Capital City, Samuel Stein mengungkap “dunia remang-remang” bisnis real estate. Dia menyebutnya “negara real estate”, kondisi ketika pengembang dan tuan tanah menentukan bagaimana kota harus dibangun, kebijakan politik dirumuskan, dan kehidupan dijalani.

Keep Reading

Bandit Saints of Java: Perlawanan dari Petilasan

in Wacana by

Dalam Bandit Saints of Java: How Java’s eccentric saints are challenging fundamentalist Islam in modern Indonesia, George Quinn menemukan paradoks. Tingkat kunjungan peziarah ke petilasan dan makam orang-orang yang disakralkan di Jawa dan Madura meningkat, padahal corak keberagamaan muslim di Indonesia semakin cenderung mengarah kepada ortodoksi, dan bahkan fundamentalisme. Bagaimana itu bisa terjadi mengingat tradisi ziarah lekat dengan praktik sinkretis dan inklusif?

Keep Reading
Go to Top