JELAJAH LITERASI

Category archive

Wacana

“Think Like A Freak”: Berpikirlah seperti Anak-anak!

in Wacana by

Kita cenderung tak suka dibilang “kekanak-kanakan”. Tapi bagi Levitt dan Dubner, berpikir dan bersikap seperti anak-anak bisa memberi sudut pandang dan cara baru dalam menyelesaikan persoalan.

Keep Reading

“Karena Bahagia Bukan Tujuan”: Hidup itu Menjadi Manusia Otentik

in Wacana by

Buku Ali Zaenal Abidin ini mencoba menjawab pertanyaan-pertanyaan yang muncul dalam periode quarter life crisis atau midlife crisis. Benarkah kebahagiaan itu tujuan hidup ini? Buku ini menjawab, bukan. Lalu apa tujuan hidup?

Keep Reading

“Islam Alternatif” dan “Islam Aktual”: Masih Relevankah Pemikiran Lama Kang Jalal?

in Wacana by

Penerbit Mizan menerbitkan ulang Islam Alternatif (1986) dan Islam Aktual (1991) karya Jalaluddin Rakhmat. Masih relevankah substansi dua buku itu dengan masa kini?

Keep Reading

Sains “Religius” Agama “Saintifik”: Menjawab Kepongahan Saintifik

in Wacana by

Buku karya Haidar Bagir dan Ulil Abshar Abdalla ini menjawab pernyataan-pernyataan kenes, gagah, dan gahar tapi pongah dari para “bigot” sains yang mencemooh agama.

Keep Reading

Mau Cerdas? Kenali Otak Anda!

in Wacana by

Jalaluddin Rakmat sebenarnya lebih seorang pendidik daripada tokoh agama ataupun politisi. Belajar Cerdas: Belajar Berbasiskan Otak adalah sumbangannya kepada dunia pendidikan setelah dia risau karena para pendidik tak mau mengenali bagaimana dan mengapa otak bekerja.

Keep Reading

“The Caravan”: Abdullah Azzam dan Bagaimana Jihad “Go Global”

in Wacana by

The Caravan: Abdallah Azzam and the Rise of Global Jihad karya Thomas Hegghammer, peneliti Norwegia, adalah biografi yang detail dan cermat tentang ideolog jihadisme, Abdullah Azzam. Buku ini juga arkeologi jihadisme yang melacak globalisasi jihadisme dari akarnya, berupa ketertindasan individual dan komunal.

Keep Reading

Autokritik dan Titik Keseimbangan Habib Ali Al-Jufri

in Wacana by

Dalam kumpulan artikelnya, Habib Ali Al-Jufri menanggapi banyak hal dari isu konseptual hingga fenomenal. Benang merah dalam ulasannya adalah dia selalu melakukan autokritik dan mencari titik keseimbangan.

Keep Reading

Kekerasan dan Intoleransi Sekularisme Puritan

in Wacana by

Dalam Islamofobia: Melacak Akar Ketakutan terhadap Islam di Dunia Barat, Karen Armstrong dan Dilwar Hussain menunjukkan sekularisme tak datang secara alamiah tapi dipaksakan dengan kekerasan. Sekularisme puritan seperti ini malah bisa memicu benturan antarperadaban.

Keep Reading

“Menolak Matinya Intelektualisme”: Demos Tersungkur, Demagog Tumbuh Subur

in Wacana by

AE Priyono (1958-2020) adalah aktivis-pemikir yang konsisten dengan isu publik dan ruang publik. Tapi, benarkah publik (demos) masih ada dalam demokrasi Indonesia. Atau, justru yang tersisa kini cuma demagog pemburu hasrat dan ambisi privat.

Keep Reading
1 2 3
Go to Top