JELAJAH LITERASI

Apakah “Tenggelamnya Kapal Van der Wijck” Plagiat?

Nukilan by

Oleh H.B. Jassin

Tenggelamnya Kapal Van der Wijck karya terlaris Hamka sejak diterbitkan pada 1938. Tapi pada 1960-an, roman ini dituduh plagiat. Berikut ini nukilan artikel H.B. Jassin yang mengulas polemik sastra tersebut.

Keep Reading

“The Queen’s Gambit”: Keindahan, Kecerdasan, dan Kegilaan Dunia 64 Petak

Film by

Beth Harmon dalam The Queen’s Gambit menunjukkan perempuan pada dasarnya bisa bersolek sekaligus berotak. Beth juga seakan mempersonifikasi dua figur grandmaster di dunia nyata: Judit Polgar yang mendobrak dominasi pria dan Bobby Fischer yang menolak politisasi catur.

Keep Reading

“Black Mirror”: Antara Teknologi dan Obsesi Manusia

Film by

Black Mirror ingin menjawab pertanyaan dasar ini: akankah manusia mampu mengendalikan teknologi yang dia pakai untuk mengejar obsesinya ataukah justru sebaliknya teknologi itu yang akan memerosokkannya ke dalam labirin abadi yang mengerikan?

Keep Reading

“Rebecca” (2020): Masa Lalu akan Selalu Menghantui

Film by

Rebecca (2020) memiliki sederet potensi untuk menjadi film bagus. Materi berupa adaptasi novel terkenal, sutradara berpengalaman, dan sederet pemain berkualitas. Lantas, mengapa di mata para kritikus, film ini justru jeblok?

Keep Reading

“Hotel Tua”

Nukilan by

Cerpen Budi Darma

Cerpen “Hotel Tua” dinukil dari kumpulan cerpen berjudul sama karya Budi Darma. Seperti juga banyak karya lain Budi Darma, cerpen ini tak mudah dijelaskan. Lalu, apa hubungan cerpen ini dengan cerpen Edgar Allan Poe “The Purloined Letter” yang dikutip di dalamnya?

Keep Reading

Kekerasan dan Intoleransi Sekularisme Puritan

Wacana by

Dalam Islamofobia: Melacak Akar Ketakutan terhadap Islam di Dunia Barat, Karen Armstrong dan Dilwar Hussain menunjukkan sekularisme tak datang secara alamiah tapi dipaksakan dengan kekerasan. Sekularisme puritan seperti ini malah bisa memicu benturan antarperadaban.

Keep Reading

Kisah di Balik “Robohnya Surau Kami”

Fiksi by

Robohnya Surau Kami”, cerpen A.A. Navis paling dikenal orang, ternyata pernah membuat pengarangnya dituduh komunis. Cerpen ini juga tampaknya menjadi fondasi gaya kepengarangan Navis, sehingga ia kemudian dijuluki “pencemooh nomor wahid”.

Keep Reading
1 2 3 20
Go to Top