JELAJAH LITERASI

Category archive

Fiksi

“Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas”

in Fiksi by

Bagaimana kekerasan seksual, brutalitas aparat negara, dan kesengsaraan hidup bisa berkaitan dengan kemaluan pria yang tertidur pulas? Di tangan Eka Kurniawan, hal-hal tersebut diadon jadi kisah getir sekaligus menggelikan.

Keep Reading

“Orang-Orang Bloomington”

in Fiksi by

Meskipun tak bertutur dengan gaya absurd seperti dalam kebanyakan cerpennya, Budi Darma, dalam Orang-Orang Bloomington, tetap menyajikan tema absurditas. Manusia tak pernah putus dirundung kesulitan memahami diri dan orang lain di sekitarnya.

Keep Reading

“Hikayat Kadiroen”: Novel Komunis-Religius

in Fiksi by

Jika HB Jassin menilai Di Bawah Lindungan Ka’bah karya Hamka sebagai novel bercorak keislaman karena ada plot “jalan-jalan” ke Mekkah, lantas corak apa yang pantas disematkan pada Hikayat Kadiroen? Novel karya pendiri PKI, Semaoen, ini bahkan sudah membicarakan konsep “nur ilahi”.

Keep Reading

“Orang-Orang Proyek”: Karakter-Karakter Manusia di tengah Korupsi

in Fiksi by

Dalam Orang-Orang Proyek, Ahmad Tohari tampak lebih percaya kepada karakter manusia dalam membasmi korupsi daripada sekadar pembenahan sistem. Karakter itu membuat manusia berani mendengar suara nurani sendiri.

Keep Reading

“Entrok”: Saga Keluarga di Hadapan Tembok Tebal Kekuasaan

in Fiksi by

Entrok karya Okky Madasari novel padat tema yang mengisahkan perjuangan sebuah keluarga, terutama ibu dan anak perempuannya, menghadapi tembok tebal kekuasaan.

Keep Reading

“Student Hidjo”: Ketika Identitas Memisahkan Manusia

in Fiksi by

Student Hidjo karya Mas Marco Kartodikromo tersisih dalam sejarah arus utama kesusastraan awal Indonesia karena tak direken Balai Pustaka, penerbit pemerintah kolonial. Padahal, kritikus sastra menilai imajinasi novel ini tak tertandingi oleh karya klasik populer, seperti Sitti Nurbaya dan Salah Asuhan.

Keep Reading

“Semua untuk Hindia”: Nuansa di Tanah Hindia

in Fiksi by

Kumpulan cerpen karya Iksaka Banu ini menghadirkan nuansa dalam kehidupan di tanah koloni, Negeri Hindia Belanda. Nuansa itu menentang narasi besar-tapi-picik tentang nasionalisme, yang selama ini dijejalkan lewat buku-buku teks sejarah di sekolah dan orasi politisi.

Keep Reading
Go to Top