JELAJAH LITERASI

Category archive

Nukilan

Apakah “Tenggelamnya Kapal Van der Wijck” Plagiat?

in Nukilan by

Oleh H.B. Jassin

Tenggelamnya Kapal Van der Wijck karya terlaris Hamka sejak diterbitkan pada 1938. Tapi pada 1960-an, roman ini dituduh plagiat. Berikut ini nukilan artikel H.B. Jassin yang mengulas polemik sastra tersebut.

Keep Reading

Ia Punya Leher yang Indah

in Nukilan by

Cerpen WS Rendra

WS Rendra dikenal sebagai penyair dan dramawan. “Si Burung Merak” sebenarnya pernah mengarang sejumlah cerpen pada dekade 1950-an. “Ia Punya Leher yang Indah” adalah salah satunya, yang dinukil dari kumpulan cerpen Pacar Seorang Seniman.

Keep Reading

“Hotel Tua”

in Nukilan by

Cerpen Budi Darma

Cerpen “Hotel Tua” dinukil dari kumpulan cerpen berjudul sama karya Budi Darma. Seperti juga banyak karya lain Budi Darma, cerpen ini tak mudah dijelaskan. Lalu, apa hubungan cerpen ini dengan cerpen Edgar Allan Poe “The Purloined Letter” yang dikutip di dalamnya?

Keep Reading

Penyebaran Wahabisme dan Tanggung Jawab Barat kepada Dunia

in Nukilan by

Oleh Karen Armstrong

Pada 2013, Uni Eropa menyatakan Wahabisme sebagai sumber utama terorisme global. Namun, Wahabisme bukan hanya “masalah Timur Tengah”, ia adalah masalah kita juga.

Keep Reading

“Mati Ketawa Cara daripada Soeharto”: Mengenang Satire Politik Orde Baru

in Nukilan by

Politisi tak hanya menghadirkan kekecewaan tapi juga kelucuan. Mati Ketawa Cara daripada Soeharto menertawakan kemalangan bangsa Indonesia sekaligus kepandiran elite politiknya. Satire di dalamnya hidup klandestin pada masa Orde Baru, tapi uniknya tetap relevan pada masa sekarang.

Keep Reading

Transaksi

in Nukilan by

Cerpen Umar Nur Zain

Umar Nur Zain, seorang wartawan-sastrawan. Meski namanya tak begitu dikenal, dia pernah menghasilkan karya populer Nyonya Cemplon (1981). Dia kerap mengangkat kritik sosial dengan memadukan ironi, satir, dan humor gelap.

Keep Reading

Merebut Negara dari Cengkeraman Plutokrasi

in Nukilan by

Oleh A.E. Priyono

Almarhum A.E. Priyono dalam tulisannya pada 2016 menyatakan demokrasi di Indonesia pasca-Reformasi telah bermutasi menjadi plutokrasi (kekuasaan oleh segelintir kaum kaya). Rezim-rezim yang dilahirkannya adalah rezim oligarki-elektoral.

Keep Reading

“Saya Terbakar Amarah Sendirian!”: Mengenang Andre Vltchek Sekaligus Pramoedya Ananta Toer

in Nukilan by

Andre Vltchek meninggal dunia 22 September 2020. Jurnalis Amerika ini banyak menulis tentang Indonesia. Salah satunya Saya Terbakar Amarah Sendirian! hasil wawancaranya dengan Pramoedya Ananta Toer. Berikut kami nukilkan bagian tentang sastra dari buku tersebut.

Keep Reading

Dilarang Mencintai Bunga-Bunga

in Nukilan by

Cerpen Kuntowijoyo

Catatan Redaksi: Cerpen ini memperlihatkan kredo kepengarangan Kuntowijoyo, yang ia sebut “sastra transendental”. Ia seperti mengkritik spirit kapitalisme Weberian bahwa kebahagiaan itu hanyalah: kerja, kerja, kerja!

Keep Reading
1 2 3 7
Go to Top