“The Wire”: Serial Terbaik Abad ke-21
Serial besutan David Simon ini awalnya minim apresiasi tapi justru kini dianggap yang terbaik. Serial ini berhasil menggambarkan realitas sistem yang mengabdi pada yang kuat dan memukuli yang lemah.
Keep ReadingSerial besutan David Simon ini awalnya minim apresiasi tapi justru kini dianggap yang terbaik. Serial ini berhasil menggambarkan realitas sistem yang mengabdi pada yang kuat dan memukuli yang lemah.
Keep Reading
Sound of Metal mengungkap bahwa tuli bukanlah cacat yang harus diperbaiki. Kehilangan pendengaran bisa menjadi pintu menuju keheningan yang tak
Serial Bridgerton memilih menampilkan duke berkulit hitam. Pernahkah ada bangsawan berkulit gelap di era Regency? Seberapa pentingkah akurasi historis bagi
Film dokumenter ini secara implisit menunjukkan bahwa, saat true crime terjadi, polisi justru bagian dari masalah. Korban kembali menjadi korban
Oleh Mohammad Hatta
Setelah mengkritik perilaku partai dan politikus, Hatta mengungkap tiga sumber yang menghidupi cita-cita pergerakan kemerdekaan: sosialisme; Islam, dan kolektivisme. Hatta menekankan pada kolektivisme, yang dia sebut “demokrasi asli” Indonesia.
Keep ReadingSerial besutan David Simon ini awalnya minim apresiasi tapi justru kini dianggap yang terbaik. Serial ini berhasil menggambarkan realitas sistem
Oleh A.E. Priyono Almarhum A.E. Priyono dalam tulisannya pada 2016 menyatakan demokrasi di Indonesia pasca-Reformasi telah bermutasi menjadi plutokrasi (kekuasaan
AE Priyono (1958-2020) adalah aktivis-pemikir yang konsisten dengan isu publik dan ruang publik. Tapi, benarkah publik (demos) masih ada dalam
Oleh Mohammad Hatta
Demokrasi Kita tulisan Mohammad Hatta yang dimuat dalam Pandji Masjarakat pada 1960. Tapi, majalah itu kemudian dibredel oleh Pemerintah Soekarno. Pada 1966, tulisan ini diterbitkan sebagai buku. Kami akan memuatnya dalam dua bagian.
Keep ReadingSerial besutan David Simon ini awalnya minim apresiasi tapi justru kini dianggap yang terbaik. Serial ini berhasil menggambarkan realitas sistem
Oleh A.E. Priyono Almarhum A.E. Priyono dalam tulisannya pada 2016 menyatakan demokrasi di Indonesia pasca-Reformasi telah bermutasi menjadi plutokrasi (kekuasaan
AE Priyono (1958-2020) adalah aktivis-pemikir yang konsisten dengan isu publik dan ruang publik. Tapi, benarkah publik (demos) masih ada dalam
Di masa pandemi, muncul suara-suara keraguan atas sains dan bahkan upaya pembenturan sains dengan agama. Benarkah sains berkontribusi dalam ketidakpastian hari ini? Jangan-jangan kekisruhan ini ulah politisi tak bertanggung jawab yang meremehkan sains?
Keep Reading
Penulis “The New York Times Best Seller”, Eric Weiner, mengunjungi Indonesia pada akhir Oktober 2022. Berikut ini kesan editor Mizan
Serial besutan David Simon ini awalnya minim apresiasi tapi justru kini dianggap yang terbaik. Serial ini berhasil menggambarkan realitas sistem
Buku karya Haidar Bagir dan Ulil Abshar Abdalla ini menjawab pernyataan-pernyataan kenes, gagah, dan gahar tapi pongah dari para “bigot”
Menjerat Gus Dur karya Virdika Rizky Utama mengungkap informasi mengejutkan. Tapi, penulisannya tak mengalir. Penyuntingannya mengganggu. Buku ini seperti ditulis tergesa-gesa.
Keep ReadingSerial besutan David Simon ini awalnya minim apresiasi tapi justru kini dianggap yang terbaik. Serial ini berhasil menggambarkan realitas sistem
Oleh Mohammad Hatta Setelah mengkritik perilaku partai dan politikus, Hatta mengungkap tiga sumber yang menghidupi cita-cita pergerakan kemerdekaan: sosialisme; Islam,
Oleh Mohammad Hatta Demokrasi Kita tulisan Mohammad Hatta yang dimuat dalam Pandji Masjarakat pada 1960. Tapi, majalah itu kemudian dibredel