JELAJAH LITERASI

Author

Irman Abdurrahman

Irman Abdurrahman has 56 articles published.

Irman Abdurrahman adalah editor dan penulis pada Alifya.id.

“The Queen’s Gambit”: Keindahan, Kecerdasan, dan Kegilaan Dunia 64 Petak

in Film by

Beth Harmon dalam The Queen’s Gambit menunjukkan perempuan pada dasarnya bisa bersolek sekaligus berotak. Beth juga seakan mempersonifikasi dua figur grandmaster di dunia nyata: Judit Polgar yang mendobrak dominasi pria dan Bobby Fischer yang menolak politisasi catur.

Keep Reading

Kekerasan dan Intoleransi Sekularisme Puritan

in Wacana by

Dalam Islamofobia: Melacak Akar Ketakutan terhadap Islam di Dunia Barat, Karen Armstrong dan Dilwar Hussain menunjukkan sekularisme tak datang secara alamiah tapi dipaksakan dengan kekerasan. Sekularisme puritan seperti ini malah bisa memicu benturan antarperadaban.

Keep Reading

“Menolak Matinya Intelektualisme”: Demos Tersungkur, Demagog Tumbuh Subur

in Wacana by

AE Priyono (1958-2020) adalah aktivis-pemikir yang konsisten dengan isu publik dan ruang publik. Tapi, benarkah publik (demos) masih ada dalam demokrasi Indonesia. Atau, justru yang tersisa kini cuma demagog pemburu hasrat dan ambisi privat.

Keep Reading

“I’m Thinking of Ending Things”: Kita adalah Pikiran Kita tentang Apa yang Orang Lain Pikirkan

in Film by

Film anyar Charlie Kaufman ini membingungkan. Tapi, ia membuka bagi kita dunia interteks yang demikian luas: lukisan, puisi, drama, dan film.

Keep Reading

“The Social Dilemma”: ‘Neraka’ pada Layar

in Film by

Psikologi berperan di balik desain teknologi aplikasi media sosial. Ia mengeksploitasi psikologi manusia untuk memanipulasi manusia. Ia menggemakan kembali pemikiran Sartre: Hell is other people.

Keep Reading

“Ziarah”: Risalah Filsafat Iwan Simatupang

in Fiksi by

Seperti Sartre dan Camus, Iwan Simatupang mendedah pemikiran filosofisnya melalui novel. Tapi, gaya penceritaan tak masuk akal membuat filsafatnya seperti mengendap-endap.

Keep Reading

“Hikayat Kadiroen”: Novel Komunis-Religius

in Fiksi by

Jika HB Jassin menilai Di Bawah Lindungan Ka’bah karya Hamka sebagai novel bercorak keislaman karena ada plot “jalan-jalan” ke Mekkah, lantas corak apa yang pantas disematkan pada Hikayat Kadiroen? Novel karya pendiri PKI, Semaoen, ini bahkan sudah membicarakan konsep “nur ilahi”.

Keep Reading

“The Plagues of Breslau”: Moralitas Vigilante

in Film by

The Plagues of Breslau bukan semata film thriller kejahatan. Ia juga mempertanyakan moral di balik vigilantisme. Apakah bertindak di dalam hukum selalu bermoral? Apakah beraksi di luar hukum selalu tidak bermoral?

Keep Reading
1 2 3 6
Go to Top