JELAJAH LITERASI

Mengapa Anda Harus Membaca Buku Setiap Hari?

in Bukupedia by

Para peneliti berkesimpulan, layaknya olahraga fisik, membaca buku—sebagai olahraga otak—juga harus dilakukan rutin setiap hari.

BERAPA judul buku yang Anda baca dalam satu tahun? Berapa jam dalam sepekan yang Anda habiskan untuk membaca buku? Berapa menit dalam sehari yang Anda sisihkan untuk mengonsumsi kata-kata yang tertulis?

Jawaban atas pertanyaan tersebut sebaiknya mulai jadi pertimbangan Anda. Sebab, para peneliti berkesimpulan, layaknya olahraga fisik, membaca buku—sebagai olahraga otak—juga harus dilakukan rutin setiap hari.

Belum ada data estimasi berapa judul buku yang orang Indonesia baca dalam setahun—untuk tidak menyebutnya tidak ada data sama sekali. Badan Pusat Statistik lebih suka menjalankan survei ekonomi. Kalaupun ada yang bisa dianggap menyinggung soal budaya, survei itu hanya mengungkap data kepemilikan televisi, sambungan internet, dan telepon genggam—ini pun dikaitkan dengan isu pengeluaran atau daya beli.

Di Amerika Serikat, Pew Research Center pada 2019 menyigi bahwa ada 27 persen warga dewasa Amerika yang sama sekali tidak membaca satu judul buku pun dalam satu tahun. Angka tersebut sudah cukup membuat mereka khawatir.

Australian National University dan University of Nevada di Amerika pada 2018 mencoba mengetahui berapa banyak judul buku yang disimpan sebuah rumah tangga. Survei dilakukan di sebagian besar negara Eropa dan Amerika serta sebagian kecil negara Asia.

Hasilnya, Estonia dan Norwegia memuncaki daftar survei dengan kepemilikan rata-rata 212-218 judul buku per rumah tangga. Dari Asia, Jepang (102 judul buku) dan Singapura (52 judul buku) masuk dalam 20 besar hasil survei. Sayang, Indonesia tak masuk dalam negara yang disurvei.

Bagi peneliti tersebut, data itu menjadi penting. Sebab, mereka yakin membaca buku punya sumbangan besar bagi kualitas hidup individu, yang pada gilirannya juga bagi masyarakat dan bangsa secara umum.

Dari berbagai sumber, kami mengutip sejumlah manfaat membaca buku bagi kehidupan manusia. Berikut di antaranya.

1. Membaca meningkatkan kecerdasan Anda.

Para peneliti di University of Edinburgh dan King’s College London meneliti 1.890 pasang anak kembar sebanyak lima kali sejak usia 7 hingga 16 tahun. Penelitian dimaksudkan untuk melihat kebiasaan membaca dan tingkat kecerdasan.

Mereka kemudian menemukan bahwa anak yang membaca buku—terutama fiksi—lebih banyak jika dibandingkan dengan saudara kembar mereka menunjukkan kemampuan kognitif, baik verbal maupun nonverbal, yang lebih tinggi. Para peneliti kemudian menduga bahwa kebiasaan membaca tak hanya dapat membantu orang mengingat fakta, tetapi juga melatih orang dalam berpikir abstrak melalui proses membayangkan plot suatu novel dan menempatkan diri pada posisi karakter.

2. Membaca fiksi akan mengubah Anda.

Pengarang, komikus, dan sineas Neil Gaiman, dalam sebuah esai visualnya di The Guardian, menulis, “Fiksi membangun empati. Fiksi adalah sesuatu yang Anda bangun dari 26 huruf dan tanda baca. Anda, dan Anda sendirilah, dengan imajinasi Anda, yang menciptakan dunia dan karakter-karakter di dalamnya serta melihat melalui mata orang lain. Anda menjadi orang lain, dan ketika Anda kembali ke dunia Anda sendiri, Anda akan sedikit berubah.”

Yang dimaksud Gaiman adalah setiap kali membaca buku, Anda berdialog dengan isi buku. Aktivitas membaca bukan cuma menerima (receptive) tapi juga menghasilkan (productive).

Anda memproduksi imajinasi, pendapat, dan kesimpulan Anda sendiri—yang bisa jadi lebih luas dan bahkan berbeda dengan maksud awal penulis atau pengarang. Maka, salah satu metode pembelajaran sastra yang disarankan adalah menugaskan siswa membaca satu karya tertentu dan kemudian meminta siswa menyampaikan komentarnya atas karya tersebut di depan kelas atau melalui tulisan.

3. Membaca dapat membuat Anda menjadi seorang ahli.

Jika Anda putus sekolah karena kekurangan fulus atau tak sempat melanjutkan pendidikan hingga jadi profesor karena tuntutan hidup, jangan khawatir. Anda tetap bisa menjadi ahli pada bidang tertentu dengan rajin membaca buku.

Alan Zimmerman, seorang motivator, bilang, “Tentukan satu bidang di mana Anda ingin tahu lebih banyak atau menjadi lebih baik. Bacalah satu jam sehari tentang topik itu, dan dalam tiga bulan Anda akan menjadi ahli.”

4. Membaca membuat Anda akan merasa lebih bahagia dengan hidup Anda.

Josie Billington dari University of Liverpool menyigi 4.164 orang dewasa. Dia kemudian menemukan perbedaan menarik antara orang yang membaca secara teratur dengan yang tidak. Mereka yang terbiasa membaca jarang mengalami stres dan depresi. Mereka juga memiliki tingkat penerimaan diri yang lebih tinggi dan kemampuan yang lebih besar untuk mengatasi tantangan hidup. Dibandingkan dengan mereka yang tidak membaca secara teratur, pembaca teratur disebut merasa lebih dekat dengan teman dan komunitas mereka, dan memiliki kesadaran lebih kuat tentang isu sosial dan keragaman budaya.

5. Membaca membantu melindungi daya ingat.

Sebuah studi yang diterbitkan di Neurology, jurnal medis dari American Academy of Neurology, pada 2013 menunjukkan bahwa aktivitas yang merangsang otak seperti membaca membantu Anda mempertahankan daya ingat seiring bertambahnya usia. Studi tersebut menguji daya ingat dan kemampuan berpikir 294 orang setiap tahun selama sekitar enam tahun sebelum kematian mereka, yang rata-rata terjadi pada usia 89 tahun.

Setelah kematian, otak mereka diotopsi untuk mengetahui bukti demensia. Mereka yang banyak melakukan aktivitas intelektual, seperti membaca, di awal dan akhir hidup mereka memiliki tingkat penurunan memori yang lebih lambat jika dibandingkan dengan mereka yang tidak melakukannya. Tingkat penurunan daya ingat berkurang sebesar 32 persen pada kelompok orang yang aktif secara intelektual. Sementara, kelompok orang berbeda mengalami penurunan daya ingat 48 persen lebih cepat.

Pada 1999, data dari Victoria Longitudinal Study, sebuah penyelidikan jangka panjang tentang penuaan manusia, menunjukkan bahwa aktivitas yang melibatkan otak mampu menyangga penurunan kognitif di usia lanjut. Studi ini menganalisis sampel dari 250 orang paruh baya dan yang lebih tua sebanyak tiga kali dalam periode enam tahun.[]


Sumber Bacaan

1. Andrew Perrin, “Who doesn’t read books in America?”, dalam www.pewresearch.org, 26 September 2019.

2. Naaman Zhou, “Novel news: world’s biggest bookworms revealed in study”, dalam www.theguardian.com, 12 Oktober 2018.

3. Christina Desmarais, “Why Experts Say Reading Books Should Be on Your Daily To-Do List”, dalam www.inc.com, diakses pada 7 September 2020.

4. “Neil Gaiman and Chris Riddell on why we need libraries – an essay in pictures”, dalam www.theguardian.com, 6 September 2018.

1 Comment

  1. Banyak hal baik yang boleh didapatkan dengan banyak membaca buku.

    Jadi memicu saya untuk lebih banyak dan semangat menghayati tiap 26 huruf serta tanda bacanya dalam tiap tulisan (artikel, buku).

    Terimakasih

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

*

Latest from Bukupedia

Mengapa Orang Menulis?

Esai Alice Adams Menulis itu melelahkan, dan hasilnya tak memberi jaminan kekayaan
Go to Top