JELAJAH LITERASI

Tag archive

Film

“Aum!”: Film tentang Film

in Film by

Aum! menyajikan pendekatan sinematik menyegarkan. Sayang, kelokan plot di akhir terasa mengurangi kesegaran itu.

Keep Reading

“Nomadland”: Apa Makna “Rumah” bagi Manusia?

in Film by

Nomadland (2021) mempertanyakan kembali makna “rumah”. Apakah bangunan fisik yang kita tinggali adalah “rumah” sejati bagi kita?

Keep Reading

“Oxygen”: Obsesi akan Keabadian

in Film by

Manusia terobsesi dengan keabadian, dan karenanya berupaya mengakali maut. Tapi, apakah hidup dan mati sesederhana berfungsi atau tidaknya tubuh fisik, termasuk otak?

Keep Reading

“Sound of Metal”: Musibah, Pintu Menuju Nikmat Tak Terhingga

in Film by

Sound of Metal mengungkap bahwa tuli bukanlah cacat yang harus diperbaiki. Kehilangan pendengaran bisa menjadi pintu menuju keheningan yang tak lain adalah Kerajaan Ilahi yang hakiki.

Keep Reading

Menyingkap Berkah Hugo Cabret

in Film by

Berikut ini catatan apresiasi Haidar Bagir atas film Hugo (2012) besutan Martin Scorsese. Film ini berdasarkan novel bergambar karya Brian Selznick berjudul The Invention of Hugo Cabret (2007). Bagi Haidar, film ini berpesan agar setiap manusia menemukan perannya dalam kehidupan.

Keep Reading

“The Dig”: Kisah Pemburu Keabadian

in Film by

The Dig akan membawa Anda ke level permahaman berbeda tentang arkeologi yang kadung telah digambarkan oleh film semacam Indiana Jones sebagai perburuan harta karun. Arkeologi sebenarnya upaya manusia berburu kenangan, bukan untuk semata masa lalu tapi juga demi masa kini dan masa depan: suatu keabadian.

Keep Reading

“The Queen’s Gambit”: Keindahan, Kecerdasan, dan Kegilaan Dunia 64 Petak

in Film by

Beth Harmon dalam The Queen’s Gambit menunjukkan perempuan pada dasarnya bisa bersolek sekaligus berotak. Beth juga seakan mempersonifikasi dua figur grandmaster di dunia nyata: Judit Polgar yang mendobrak dominasi pria dan Bobby Fischer yang menolak politisasi catur.

Keep Reading

“Rebecca” (2020): Masa Lalu akan Selalu Menghantui

in Film by

Rebecca (2020) memiliki sederet potensi untuk menjadi film bagus. Materi berupa adaptasi novel terkenal, sutradara berpengalaman, dan sederet pemain berkualitas. Lantas, mengapa di mata para kritikus, film ini justru jeblok?

Keep Reading

“I’m Thinking of Ending Things”: Kita adalah Pikiran Kita tentang Apa yang Orang Lain Pikirkan

in Film by

Film anyar Charlie Kaufman ini membingungkan. Tapi, ia membuka bagi kita dunia interteks yang demikian luas: lukisan, puisi, drama, dan film.

Keep Reading

“The Social Dilemma”: ‘Neraka’ pada Layar

in Film by

Psikologi berperan di balik desain teknologi aplikasi media sosial. Ia mengeksploitasi psikologi manusia untuk memanipulasi manusia. Ia menggemakan kembali pemikiran Sartre: Hell is other people.

Keep Reading
Go to Top