JELAJAH LITERASI

Tag archive

Kumpulan Cerpen

Terbang

in Nukilan by

Cerpen Ayu Utami

Dengan berlatarkan kecemasan terkait keamanan transportasi udara, Ayu Utami menyajikan kisah jatuh cinta seorang perempuan bersuami kepada lelaki teman seperjalanannya.

Keep Reading

Pemintal Kegelapan

in Nukilan by

Cerpen Intan Paramaditha

Dalam cerpen ini, Intan Paramaditha meramu horor dan misteri dengan gugatan perempuan terhadap cara pandang sosial atas mereka. Cerpen ini dinukil dari kumpulan Sihir Perempuan yang masuk jajaran 5 besar Kusala Sastra Khatulistiwa 2005.

Keep Reading

Sehabis Mimpi

in Nukilan by

Cerpen Ajip Rosidi

Cerpen “Sehabis Mimpi” berlatar kehidupan pada 1950-an. Dalam cerpen ini, Ajip Rosidi mengaburkan batas antara mimpi dengan kenyataan, seperti yang dia lakukan dalam cerpen lain berjudul “Mimpi Masa Silam”.

Keep Reading

Ia Punya Leher yang Indah

in Nukilan by

Cerpen WS Rendra

WS Rendra dikenal sebagai penyair dan dramawan. “Si Burung Merak” sebenarnya pernah mengarang sejumlah cerpen pada dekade 1950-an. “Ia Punya Leher yang Indah” adalah salah satunya, yang dinukil dari kumpulan cerpen Pacar Seorang Seniman.

Keep Reading

“Hotel Tua”

in Nukilan by

Cerpen Budi Darma

Cerpen “Hotel Tua” dinukil dari kumpulan cerpen berjudul sama karya Budi Darma. Seperti juga banyak karya lain Budi Darma, cerpen ini tak mudah dijelaskan. Lalu, apa hubungan cerpen ini dengan cerpen Edgar Allan Poe “The Purloined Letter” yang dikutip di dalamnya?

Keep Reading

Kisah di Balik “Robohnya Surau Kami”

in Fiksi by

Robohnya Surau Kami”, cerpen A.A. Navis paling dikenal orang, ternyata pernah membuat pengarangnya dituduh komunis. Cerpen ini juga tampaknya menjadi fondasi gaya kepengarangan Navis, sehingga ia kemudian dijuluki “pencemooh nomor wahid”.

Keep Reading

“Mantel Bulu”

in Nukilan by

Cerpen Bondan Winarno

Catatan redaksi: Bondan Winarno lebih dikenal sebagai pakar kuliner dengan ungkapan khas, maknyus. Tak banyak orang tahu dia memulai karir sebagai pengarang dan wartawan. “Mantel Bulu” adalah cerpennya yang memenangkan sayembara majalah Femina pada 1985.

Keep Reading

“The Black Cat and Other Stories”: Poe, Si Pembongkar Sisi Gelap Manusia

in Fiksi by

Jika Anda penggemar kisah misteri, horor, dan detektif, Edgar Allan Poe tak boleh Anda lewatkan. Penerbit Noura menerjemahkan 13 cerpen dari sang perintis genre tersebut. Karyanya menunjukkan Poe piawai membongkar sisi gelap manusia.

Keep Reading

“Orang-Orang Bloomington”

in Fiksi by

Meskipun tak bertutur dengan gaya absurd seperti dalam kebanyakan cerpennya, Budi Darma, dalam Orang-Orang Bloomington, tetap menyajikan tema absurditas. Manusia tak pernah putus dirundung kesulitan memahami diri dan orang lain di sekitarnya.

Keep Reading

Di Bawah Kaki Pak Dirman

in Nukilan by

Cerpen Nasjah Djamin

Keep Reading
Go to Top