JELAJAH LITERASI

Tag archive

Cerpen - page 2

Dilarang Mencintai Bunga-Bunga

in Nukilan by

Cerpen Kuntowijoyo

Catatan Redaksi: Cerpen ini memperlihatkan kredo kepengarangan Kuntowijoyo, yang ia sebut “sastra transendental”. Ia seperti mengkritik spirit kapitalisme Weberian bahwa kebahagiaan itu hanyalah: kerja, kerja, kerja!

Keep Reading

“Mantel Bulu”

in Nukilan by

Cerpen Bondan Winarno

Catatan redaksi: Bondan Winarno lebih dikenal sebagai pakar kuliner dengan ungkapan khas, maknyus. Tak banyak orang tahu dia memulai karir sebagai pengarang dan wartawan. “Mantel Bulu” adalah cerpennya yang memenangkan sayembara majalah Femina pada 1985.

Keep Reading

Kartu Pos dari Surga

in Nukilan by

Cerpen Agus Noor

“Kartu Pos dari Surga” karya Agus Noor adalah satu dari 20 cerpen Indonesia terbaik pilihan juri Anugerah Sastra Pena Kencana 2009. Ia menyiratkan perpaduan alam fisik (kartu pos) dan metafisik (surga). Perpaduan yang menyatakan betapa berharganya kenangan dalam hidup manusia.

Keep Reading

“The Black Cat and Other Stories”: Poe, Si Pembongkar Sisi Gelap Manusia

in Fiksi by

Jika Anda penggemar kisah misteri, horor, dan detektif, Edgar Allan Poe tak boleh Anda lewatkan. Penerbit Noura menerjemahkan 13 cerpen dari sang perintis genre tersebut. Karyanya menunjukkan Poe piawai membongkar sisi gelap manusia.

Keep Reading

Kuli Kontrak

in Nukilan by

Cerpen Mochtar Lubis

Satyagraha Hoerip menilai cerpen “Kuli Kontrak” sebagai salah satu dari lima cerpen terbaik Mochtar Lubis. Cerpen ini disebut merefleksikan masa kecil Mochtar sebagai anak seorang pangreh praja.

Keep Reading

Anak Revolusi

in Nukilan by

Cerpen M Balfas

M Balfas (1922-1975) adalah pengarang kelahiran Krukut, Jakarta. A Teeuw menggolongkan dia ke dalam generasi pengarang Angkatan 45. Cerpen “Anak Revolusi” dinilai sebagai salah satu karya terbaiknya, dan telah diterjemahkan ke dalam sejumlah bahasa asing.

Keep Reading

Jendela yang Terbuka

in Nukilan by

Cerpen Saki (Hector Hugh Munro)

Berikut ini adalah cerpen karya Saki. Saki adalah nama pena untuk Hector Hugh Munro (1870-1916), pengarang asal Inggris. Karyanya yang terkadang menyeramkan, dan berakhir dengan plot twist, seringkali menyindir budaya masyarakat Inggris pada era Raja Edward VII.

Keep Reading

Pada Suatu Hari

in Nukilan by

Cerpen Gabriel Garcia Marquez

Catatan Redaksi: Cerpen ini karya Gabriel Garcia Marquez. Dengan memanfaatkan simbol, peraih Nobel Kesusastraan 1982 itu mengisahkan relasi antara penguasa depostik dengan rakyatnya.

Keep Reading

“Orang-Orang Bloomington”

in Fiksi by

Meskipun tak bertutur dengan gaya absurd seperti dalam kebanyakan cerpennya, Budi Darma, dalam Orang-Orang Bloomington, tetap menyajikan tema absurditas. Manusia tak pernah putus dirundung kesulitan memahami diri dan orang lain di sekitarnya.

Keep Reading

Di Bawah Kaki Pak Dirman

in Nukilan by

Cerpen Nasjah Djamin

Keep Reading
Go to Top