JELAJAH LITERASI

Tag archive

Sastra

Apakah “Tenggelamnya Kapal Van der Wijck” Plagiat?

in Nukilan by

Oleh H.B. Jassin

Tenggelamnya Kapal Van der Wijck karya terlaris Hamka sejak diterbitkan pada 1938. Tapi pada 1960-an, roman ini dituduh plagiat. Berikut ini nukilan artikel H.B. Jassin yang mengulas polemik sastra tersebut.

Keep Reading

Kisah di Balik “Robohnya Surau Kami”

in Fiksi by

Robohnya Surau Kami”, cerpen A.A. Navis paling dikenal orang, ternyata pernah membuat pengarangnya dituduh komunis. Cerpen ini juga tampaknya menjadi fondasi gaya kepengarangan Navis, sehingga ia kemudian dijuluki “pencemooh nomor wahid”.

Keep Reading

Louise Gluck: Sekilas Karya dan Proses Kreatif Peraih Nobel Sastra 2020

in Bukupedia by

Setelah 52 tahun menjadi penyair dan memengaruhi banyak penyair muda pada masanya, Louise Elisabeth Gluck akhirnya dianugerahi Nobel Sastra 2020. Siapakah Gluck? Bagaimana karyanya? Bagaimana ia menggubah sebuah puisi?

Keep Reading

“Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas”

in Fiksi by

Bagaimana kekerasan seksual, brutalitas aparat negara, dan kesengsaraan hidup bisa berkaitan dengan kemaluan pria yang tertidur pulas? Di tangan Eka Kurniawan, hal-hal tersebut diadon jadi kisah getir sekaligus menggelikan.

Keep Reading

Menimbang Yang Datang Telanjang

in Nukilan by

Catatan Redaksi: Tulisan JJ Rizal ini dinukil dari Yang Datang Telanjang: Surat-Surat Ajip Rosidi dari Jepang 1980-2002, yang disusun Rizal. Seperti ditulis Rizal, surat-surat Ajip adalah biografi pemikiran sang budayawan yang baru saja meninggalkan kita pada 29 Juli 2020.

Keep Reading

Permainan Makna

in Nukilan by

Sapardi Djoko Damono

Dinukil dari Proses Kreatif: Mengapa dan Bagaimana Saya Mengarang Jilid I, tulisan Sapardi Djoko Damono (berpulang pada 19 Juli 2020) ini menyampaikan perjuangannya menjadi penyair: antara dorongan menjadi “nabi” dan keinginan bermain-main sebagai anak kecil.

Keep Reading

Seks, Sastra, Kita

in Nukilan by

Oleh Goenawan Mohamad

Catatan Redaksi: Dalam tulisan tanggapan terhadap artikel Harry Aveling dan Shahnon Ahmad yang dimuat di Majalah Horison Oktober 1969, Goenawan Mohamad berpandangan sikap kehati-hatian pengarang Indonesia terhadap seks disebabkan perubahan sifat medium dan khalayak pembaca kesusastraan Indonesia modern.

Keep Reading

Mawar Berduri: Kesusastraan Indonesia Menghindari Nafsu Berahi

in Nukilan by

Oleh Harry Aveling

Catatan Redaksi: Pada 1969, Majalah Horison menampilkan “percakapan” budaya tentang seks dalam kesusastraan Indonesia. Harry Aveling, guru besar Monash University, Australia, memulai “percakapan ini, dan disusul kemudian oleh tanggapan sastrawan Malaysia, Shahnon Ahmad, dan sastrawan Indonesia, Goenawan Mohamad. Dalam tulisannya, Aveling berpendapat kesusastraan Indonesia pada masa itu menghindari berbicara seks dalam hubungan lelaki-wanita, seolah hubungan badaniah tak penting bahkan dalam pernikahan sekalipun.

Keep Reading

Melacak “Sastra Perlawanan”

in Wacana by

Dengan menggunakan konsep kunci Foucault, Okky Madasari – dalam Genealogi Sastra Indonesia – mencoba melacak jejak karya sastra yang “melawan” diskursus utama di setiap era. Berhasilkah?

Keep Reading

Sastra yang Berpublik

in Nukilan by
Arief Budiman

Oleh Arief Budiman


Dalam artikel yang dinukil dari buku Perdebatan Sastra Kontekstual (CV Rajawali, 1985), Arief Budiman menyebut kebanyakan karya sastra Indonesia tak berakar pada buminya; sastra kelas menengah, yang lebih suka mengisahkan awan-awan yang mengawang dan riak-riak danau daripada kenyataan ruang dan waktu.

Keep Reading
Go to Top