JELAJAH LITERASI

Tag archive

Cerpen

Terbang

in Nukilan by

Cerpen Ayu Utami

Dengan berlatarkan kecemasan terkait keamanan transportasi udara, Ayu Utami menyajikan kisah jatuh cinta seorang perempuan bersuami kepada lelaki teman seperjalanannya.

Keep Reading

Pemintal Kegelapan

in Nukilan by

Cerpen Intan Paramaditha

Dalam cerpen ini, Intan Paramaditha meramu horor dan misteri dengan gugatan perempuan terhadap cara pandang sosial atas mereka. Cerpen ini dinukil dari kumpulan Sihir Perempuan yang masuk jajaran 5 besar Kusala Sastra Khatulistiwa 2005.

Keep Reading

Cinta Sejati

in Nukilan by

Cerpen Isaac Asimov

Anda yang pernah mencoba aplikasi atau situs web kencan online akan terkejut dengan cerpen lawas ini. Pada 1977, Isaac Asimov, salah satu maestro sains fiksi Abad ke-20, telah meramalkan kemampuan program komputer memprofil kepribadian manusia berdasarkan kumpulan algoritma.

Keep Reading

Sehabis Mimpi

in Nukilan by

Cerpen Ajip Rosidi

Cerpen “Sehabis Mimpi” berlatar kehidupan pada 1950-an. Dalam cerpen ini, Ajip Rosidi mengaburkan batas antara mimpi dengan kenyataan, seperti yang dia lakukan dalam cerpen lain berjudul “Mimpi Masa Silam”.

Keep Reading

Ia Punya Leher yang Indah

in Nukilan by

Cerpen WS Rendra

WS Rendra dikenal sebagai penyair dan dramawan. “Si Burung Merak” sebenarnya pernah mengarang sejumlah cerpen pada dekade 1950-an. “Ia Punya Leher yang Indah” adalah salah satunya, yang dinukil dari kumpulan cerpen Pacar Seorang Seniman.

Keep Reading

“Hotel Tua”

in Nukilan by

Cerpen Budi Darma

Cerpen “Hotel Tua” dinukil dari kumpulan cerpen berjudul sama karya Budi Darma. Seperti juga banyak karya lain Budi Darma, cerpen ini tak mudah dijelaskan. Lalu, apa hubungan cerpen ini dengan cerpen Edgar Allan Poe “The Purloined Letter” yang dikutip di dalamnya?

Keep Reading

Kisah di Balik “Robohnya Surau Kami”

in Fiksi by

Robohnya Surau Kami”, cerpen A.A. Navis paling dikenal orang, ternyata pernah membuat pengarangnya dituduh komunis. Cerpen ini juga tampaknya menjadi fondasi gaya kepengarangan Navis, sehingga ia kemudian dijuluki “pencemooh nomor wahid”.

Keep Reading

Transaksi

in Nukilan by

Cerpen Umar Nur Zain

Umar Nur Zain, seorang wartawan-sastrawan. Meski namanya tak begitu dikenal, dia pernah menghasilkan karya populer Nyonya Cemplon (1981). Dia kerap mengangkat kritik sosial dengan memadukan ironi, satir, dan humor gelap.

Keep Reading

Dilarang Mencintai Bunga-Bunga

in Nukilan by

Cerpen Kuntowijoyo

Catatan Redaksi: Cerpen ini memperlihatkan kredo kepengarangan Kuntowijoyo, yang ia sebut “sastra transendental”. Ia seperti mengkritik spirit kapitalisme Weberian bahwa kebahagiaan itu hanyalah: kerja, kerja, kerja!

Keep Reading

“Mantel Bulu”

in Nukilan by

Cerpen Bondan Winarno

Catatan redaksi: Bondan Winarno lebih dikenal sebagai pakar kuliner dengan ungkapan khas, maknyus. Tak banyak orang tahu dia memulai karir sebagai pengarang dan wartawan. “Mantel Bulu” adalah cerpennya yang memenangkan sayembara majalah Femina pada 1985.

Keep Reading
1 2 3 4
Go to Top