JELAJAH LITERASI

Tag archive

Netflix - page 2

“Rebecca” (2020): Masa Lalu akan Selalu Menghantui

in Film by

Rebecca (2020) memiliki sederet potensi untuk menjadi film bagus. Materi berupa adaptasi novel terkenal, sutradara berpengalaman, dan sederet pemain berkualitas. Lantas, mengapa di mata para kritikus, film ini justru jeblok?

Keep Reading

“The Trial of the Chicago 7”: Paket Lengkap Drama Pengadilan, Politik, dan Aktivisme

in Film by

The Trial of the Chicago 7 merupakan visualisasi sinematik masa keemasan aktivisme “kiri” di Amerika Serikat. Sebuah masa yang mungkin belum tertandingi hingga kini, bahkan oleh gerakan Occupy Wall Street 2011 sekalipun.

Keep Reading

“Enola Holmes”: Kisah Detektif Rasa Feminis

in Film by

Di permukaan, Enola Holmes lebih banyak menampilkan sisi hiburan. Tapi, jika mengamati lebih jauh, kita bisa melihat film ini memendam kritik terhadap nuansa misoginis dalam karakter Sherlock Holmes ciptaan Arthur Conan Doyle.

Keep Reading

“I’m Thinking of Ending Things”: Kita adalah Pikiran Kita tentang Apa yang Orang Lain Pikirkan

in Film by

Film anyar Charlie Kaufman ini membingungkan. Tapi, ia membuka bagi kita dunia interteks yang demikian luas: lukisan, puisi, drama, dan film.

Keep Reading

“Lost Girls”: Duka untuk Korban, Geram untuk Polisi

in Film by

Lost Girls menunjukkan betapa diskriminatifnya polisi menangani kasus kejahatan. Para korban adalah warga biasa, perempuan, dan pekerja seks. Kombinasi sempurna untuk diremehkan dan diabaikan.

Keep Reading

“The Plagues of Breslau”: Moralitas Vigilante

in Film by

The Plagues of Breslau bukan semata film thriller kejahatan. Ia juga mempertanyakan moral di balik vigilantisme. Apakah bertindak di dalam hukum selalu bermoral? Apakah beraksi di luar hukum selalu tidak bermoral?

Keep Reading

“Da 5 Bloods”: Penindasan Berlapis

in Film by

Spike Lee meramu sejarah serdadu kulit hitam Amerika di Vietnam dalam latar masa kini melalui Da 5 Bloods. Lee seakan menyeru bahwa keterlibatan kulit hitam dalam “white men’s war” di luar negeri ikut menyumbang kepada ketertindasan mereka di dalam negeri.

Keep Reading

“All The Bright Places”: Jiwa, Misteri Terdalam Manusia

in Film by

All The Bright Places bukan sekadar romansa remaja dewasa. Film ini mengangkat topik sensitif tapi penting. Pesan utamanya, seseorang yang menolong anda bisa jadi sebenarnya dia yang lebih membutuhkan pertolongan anda.

Keep Reading

“Who Killed Malcolm X?”: Setelah 55 Tahun Sang Aktivis Dibunuh

in Film by

Film dokumenter tentang pembunuhan Malcolm X mendorong jaksa mempertimbangkan untuk membuka kembali kasus lama itu. Tapi, film ini bukan tentang penyelidikan kejahatan semata. Lebih daripada itu, ini tentang keadilan sejarah.

Keep Reading
Go to Top