JELAJAH LITERASI

Author

Irman Abdurrahman - page 3

Irman Abdurrahman has 67 articles published.

Irman Abdurrahman adalah editor dan penulis pada Alifya.id.

“The Plagues of Breslau”: Moralitas Vigilante

in Film by

The Plagues of Breslau bukan semata film thriller kejahatan. Ia juga mempertanyakan moral di balik vigilantisme. Apakah bertindak di dalam hukum selalu bermoral? Apakah beraksi di luar hukum selalu tidak bermoral?

Keep Reading

“Gerakan Komunisme Islam Surakarta 1914-1942”: Penggalan Sejarah yang Terlupakan

in Wacana by

Sejarawan IAIN Surakarta, Syamsul Bakri, membedah episode unik dalam sejarah pergerakan: kelahiran gerakan komunisme berbasis massa kaum santri. Bagaimana gerakan ini bisa memadukan Islam dan Komunisme yang selalu diposisikan bertentangan, dan bahkan mendapatkan dukungan massa besar?

Keep Reading

“The End of Policing”: Apakah Kita Butuh Polisi?

in Wacana by

Tiap kali warga marginal sekarat di tangan polisi, politisi dan aktivis menyeru reformasi kepolisian. Tapi, sosiolog Alex S Vitale menolak ikut dalam kor tersebut. Dalam The End of Policing, dia menukik ke jantung persoalan: benarkah polisi lahir untuk “melindungi dan melayani” masyarakat?

Keep Reading

Dua Puluh Enam Pria, dan Seorang Gadis

in Nukilan by

Cerpen Maxim Gorky

Alexei Maximovich Peshkov, lebih dikenal dengan pseudonim “Maxim Gorky”, adalah pengarang Rusia pelopor realisme-sosialis. Dalam cerpen ini, Gorky yang pernah lima kali dinominasikan Nobel Sastra melukiskan keadaan psikologis pekerja dalam kondisi nyaris seperti di penjara.

Keep Reading

Seorang Serdadu Bermimpi Lili Putih

in Nukilan by

Puisi Mahmoud Darwish

Puisi ini gubahan Mahmoud Darwish, penyair terkenal Palestina. Diterbitkan pertama kali pada 1973 dengan judul asli Jundiyyun Yahlumu bi al-Zanabiq al-Baydho’a, puisi ini dipandang paling menonjol dari karya-karya lain Darwish. Ini karena ia berbicara tentang seorang serdadu Israel.

Keep Reading

“Orang-Orang Proyek”: Karakter-Karakter Manusia di tengah Korupsi

in Fiksi by

Dalam Orang-Orang Proyek, Ahmad Tohari tampak lebih percaya kepada karakter manusia dalam membasmi korupsi daripada sekadar pembenahan sistem. Karakter itu membuat manusia berani mendengar suara nurani sendiri.

Keep Reading
1 2 3 4 5 7
Go to Top